91¾«Æ·ºÚÁϳԹÏ

SPBU Kompak : Solusi untuk Ringankan Beban Transportasi di Enggano

BENGKULU - Marlon Siahaan merasa bahagia ketika mendapat kabar di sekitar tempatnya tinggal di Desa Malakoni, Kecamatan Enggano, Bengkulu Utara

BENGKULU - Marlon Siahaan merasa bahagia ketika mendapat kabar di sekitar tempatnya tinggal di Desa Malakoni, Kecamatan Enggano, Bengkulu Utara didirikan SPBU yang menjual BBM dengan harga yang sama seperti di pulau Jawa. Biasanya, ia harus membeli BBM jenis Premium sebesar Rp 10.000 per liter.

"Kami masyarakat Enggano sangat senang sekali. Dengan BBM satu harga, semoga beban masyarakat bisa semakin ringan. Karena selama ini biaya transportasi sangat berat," ujar pria paruh baya tersebut.

Sebagai petani, ia berharap, berkurangnya biaya transportasi dapat harga berbagai kebutuhan juga bisa turun. "Kalau semua turun, mudah-mudahan ekonomi masyarakat bisa meningkat. Terima kasih kepada pemerintah, khususnya Pertamina," tambahnya.

Seperti diketahui, pada Jumat (8/12/2017), Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Direktur Utama Pertamina Massa Manik meresmikan SPBU 26.38301, Desa Malakoni, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu. SPBU tersebut adalah salah satu dari empat lembaga penyalur BBM Satu Harga untuk wilayah 3T (Terpencil, Tertinggal, Terluar) yang diresmikan serentak di Enggano. Tiga lembaga penyalur lainnya, yaitu SPBU 65.77303, Desa Biduk Biduk, Kecamatan Biduk Biduk, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Utara, SPBU 54.85709, Jl Lalosuk Kelurahan Fatubeno, Kecamatan Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan SPBU 16.253.121, KM 12 Desa Goiso Oinan, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumater Barat.

Hadir pula dalam peresmian tersebut Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa, Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan Bupati Bengkulu Utara Mian.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengungkapkan alasan mengapa acara peresmian tersebut dipusatkan di Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, lantaran kecamatan ini merupakan salah satu pulau terluar yang ada di tanah air.

"Semua penduduk Indonesia berhak mendapatkan pemerataan dan pelayanan masyarakat yang lebih berkeadilan sejalan dengan program nawacita pemerintah," ujar Jonan. Ia juga meminta dukungan seluruh pihak untuk dapat menyukseskan program BBM Satu Harga.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama Pertamina Massa Manik. Menurutnya, walaupun banyak tantangan yang dihadapi Pertamina dalam merealisasikan BBM Satu Harga di seluruh wilayah tanah air, namun hal tersebut bukanlah suatu halangan. "Seluruh jajaran Pertamina akan tetap memegang komitmennya agar seluruh masyarakat bisa menikmati bahan bakar dengan harga yang sama," tegasnya.

Massa menuturkan, pengoperasian SPBU Kompak ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. Sehingga mobilitas masyarakat akan semakin tinggi namun lebih efisien yang berdampak pada pergerakan ekonomi yang lebih cepat.

Sebagaimana diketahui, di Enggano yang menggunakan BBM untuk transportasi darat, laut dan usaha perikanan, sebelum beroperasi SPBU BBM satu harga, masyarakat harus membeli Premium seharga Rp 10.000 per liter, sedangkan Solar sekitar Rp 8.000 per liter.

"Sinergi yang kuat dari semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan investor sangat diperlukan dalam merealisasikan salah satu bagian dari nawacita Presiden Jokowi dalam mewujudkan ketahanan energi hingga pelosok nusantara. Pertamina mengapresiasi kontribusi semua pihak, termasuk investor sehingga pengoperasian SPBU di wilayah Enggano, Sipora Utara, Biduk-biduk, dan Atambua dapat direalisasikan," pungkas Massa Manik.*SEPTIAN

Share this post